Duduk Bersila, Duduknya
Berhala,
Merusak Genetika/Generasi Penerus
A.M. Isran BSC, MBA, PhD
Pendahuluan
Lima tahun semenjak kami menekuni ilmu Pijat Getar Syaraf dan Senam
Ergonomik yang berbasiskan teknik pembersihan dan pelenturan syaraf, hingga
kami mendapatkan pencerahan betapa mudahnya untuk mendapatklan
kesehatanjiwa dan raga yang prima dan terus tetap sehat hingga wafat.
Teknik pijat getar syaraf yang bertujuan untuk membuka tombol-tombol
kesehatan tubuh adalah prasyarat utama sebelum melakukan senam ergonomic
supaya diperoleh hasil yang optimal.
Ada hal yang sangat penting yang ingin kami sampaikan kepada yang berkenan
bahwa hal yang amat kita remehkan tapi telah menjadi kebiasaan hampir semua
orang termasuk kami sebelum mendapatkan pencerahan yaitu betapa bahayanya
cara duduk kita selama ini yakni Duduk Bersila. Bahayanyapun berkelanjutan
kepada keturunan kita/generasi penerus bangsa yang akan menimbulkan
kerusakan genetika/degenerasi system syaraf, terutama puncaknya pada
generasi ke tiga.
Kami memperoleh pencerahan ini terutama dari hasil pengamatan kami ketika
mempraktekkan ilmu ini kepada beberapa keluarga yang datang untuk
terapi/pengobatan komplit mulai dari kakek, nenek, anak-anaknya, serta
cucu-cucunya.
Mari kita buka mata kita lebar-lebar. Coba perhatikan budaya orang Jepang
yang Ritualnya Menyembah Matahari, cara duduk mereka, duduknya Duduk Simpuh
atau Duduk Pembakaran atau Duduk Tahyat Awal, atau Duduknya Pesinden, atau
Duduk Dewa pada Senam Pernapasan SN, atau Duduk Emok dalam budaya Sunda,
atau duduknya Sufi, atau Duduk pada saat sebelum lulus ujianya Aikido.
Teknik duduk ini dalam senam ergonomic diistilahkan sebagai Duduk Bakar
Virus dan Bakar Racun Tubuh.
Duduk yang kedua pada tradisi Jepang adalah Duduk Perkasa atau duduk buang
dosa/energy negatip atau Duduk Ampunan, yang sering dilakukan oleh pegulat
Sumo. Duduk ini adalah dimaksudkan untuk membuang sampah Biolistrik/Energi Negatip, pada saat kita menekuk seluruh jari-jari kaki , hingga terasa pegal, panas dan keluar jarum-jarum pada saat berdiri.
Gerakan yang ketiga adalah Salamnya Orang Jepang yang merupakan variant teknik Rukuk, yang pada senam ergonomic kami Istilahkan "Gerakan Buka Pitu Kecerdasan".
Kenapa Bersila Berbahaya?
Memang bersila adalah duduk yang nyaman dibandingkan duduk simpuh dan duduk perkasa, namun disinilah letak permasalahannya mungkin karena kita tidak mengerti manfaat dari duduk simpuh dan duduk perkasa yang sebetulnya sangat luar biasa.
Kalau kita duduk simpuh diatas setengah jam, punggung telapak kaki kita
akan mulai mati rasa, kesemutan dan panas membara, bahkan kaki kita terasa hilang dan lipatan paha berkeringat. Apa yang kita dapatkan adalah konversi energy negatip, terbakarnya racun tubuh dan virus, keluarnya partikel sampah biolistrik, terbakarnya kolesterol, asam urat dan gula darah.
Kalau kita duduk perkasa, maka betis kita terasa pegal, panas, kesal yang
luar biasa, jari-jari kaki mati rasa, dan waktu kita berdiri akan keluar
jarum-jarum kecil yang banyak jumlahnya. Dan itu adalah digit-digit
elektrik sampah bio listrik yang jika tidak dikeluarkan menyebabkan cell
tubuh kita pada organ dalam menjadi bengkak, dan kalau di scan tampak
seperti tumor atau benjolan pada prostate, ginjal, otak, lambung, liver,
usus, dan jika dioperasi benjolannya tidak ada karena benjolan tersebut
sebetulnya adalah sampah bio listrik/energy negatip yang terakumulasi dan
berbentuk gas.
Sekarang kalau kita bersila, setelah memahami betapa luar biasanya manfaat kedua macam duduk selain bersila tersebut, apa pengaruhnya terhadap tubuh kita dalam jangka lama?!
Sampah biolistrik atau energy negatip harus selalu dikosongkan dari tubuh
kita. Sampah biolistrik yang yang sangat banyak ditubuh kita adalah dari
aktivitas pikiran, amarah, kedongkolan, rangsangan seksual yang tak
tersalurkan, perbuatan kemusyrikan, kemunafikan, kekufuran, makanan
berlebihan dan perbuatan Dosa lainnya. Dan sampah ini tidak bisa keluar
dengan sendirinya, tapi harus dengan Teknik Mendirikan Sholat, Bukan Ritual Sholat/Persembahyangan, yang diantaranya adalah Teknik Pijat dan Teknik Duduk pembakaran dan Duduk Ampunan/duduk perkasa. Dan didalam teknik Sholat Tidak Ada Bersila.
Kalau kita bersila berarti kita telalh melalaikan Teknik Yang menghasilkan
Manfaat, maka kita mengalami Opportunity Loss, dan suatu saat nanti akan
mendapat Celaka/Penyakit.
Kalau kita bersila maka energy negatip di tubuh kita akan menumpuk, racun
makanan dan virus tidak terbakar, yang akan mengakibatkan sensor pemanas tubuh, sensor keringat menjadi beku. Kita akan terkena asam urat,
kolesterol, gula darah tinggi, pengapuran di persendian, di lutut yang akan
mengakibatkan radang sendi, prostate bengkak, sakit maag, migren, vertigo, diabetes, keracunan obat dan gampang flu, pilek, asma, bronchitis, lemahsyahwat.
Energy negatip yang ada ditubuh kita akan memancarkan radiasi energy yang mengganggu lingkungan hidup. Neraca Universal akan berat ke sebelah Kiri
hingga menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan alam semesta/lingkungan
hidup kita.
Makanya kita banyak Doa, kok makin banyak bencana, karena Kita Berdoa
Sambil Bersila, apalagi duduk di Sofa.
Bahaya selanjutnya dari energy negatip ini adalah akan menyebabkan uraf
syaraf ditubuh kita meregang dan ini akan terbawa kepada turunan kita yangdapat menyebabkan kerusakan genetika/degenerasi sistem syaraf atau penyakit turunan.
Tugas kami hanyalah menyampaikan peringatan. Hidayah datangnya langsung dari Allah. Bagi yang menggunakan akal pikirannya tentu akan dengan mudah memahami dan mengaplikasikannya dalam kehidupan ini. Tidaklah dimusnahkan suatu kaum/bangsa melainkan telah datang kepada mereka peringatan sebelumnya.
Merusak Genetika/Generasi Penerus
A.M. Isran BSC, MBA, PhD
Pendahuluan
Lima tahun semenjak kami menekuni ilmu Pijat Getar Syaraf dan Senam
Ergonomik yang berbasiskan teknik pembersihan dan pelenturan syaraf, hingga
kami mendapatkan pencerahan betapa mudahnya untuk mendapatklan
kesehatanjiwa dan raga yang prima dan terus tetap sehat hingga wafat.
Teknik pijat getar syaraf yang bertujuan untuk membuka tombol-tombol
kesehatan tubuh adalah prasyarat utama sebelum melakukan senam ergonomic
supaya diperoleh hasil yang optimal.
Ada hal yang sangat penting yang ingin kami sampaikan kepada yang berkenan
bahwa hal yang amat kita remehkan tapi telah menjadi kebiasaan hampir semua
orang termasuk kami sebelum mendapatkan pencerahan yaitu betapa bahayanya
cara duduk kita selama ini yakni Duduk Bersila. Bahayanyapun berkelanjutan
kepada keturunan kita/generasi penerus bangsa yang akan menimbulkan
kerusakan genetika/degenerasi system syaraf, terutama puncaknya pada
generasi ke tiga.
Kami memperoleh pencerahan ini terutama dari hasil pengamatan kami ketika
mempraktekkan ilmu ini kepada beberapa keluarga yang datang untuk
terapi/pengobatan komplit mulai dari kakek, nenek, anak-anaknya, serta
cucu-cucunya.
Mari kita buka mata kita lebar-lebar. Coba perhatikan budaya orang Jepang
yang Ritualnya Menyembah Matahari, cara duduk mereka, duduknya Duduk Simpuh
atau Duduk Pembakaran atau Duduk Tahyat Awal, atau Duduknya Pesinden, atau
Duduk Dewa pada Senam Pernapasan SN, atau Duduk Emok dalam budaya Sunda,
atau duduknya Sufi, atau Duduk pada saat sebelum lulus ujianya Aikido.
Teknik duduk ini dalam senam ergonomic diistilahkan sebagai Duduk Bakar
Virus dan Bakar Racun Tubuh.
Duduk yang kedua pada tradisi Jepang adalah Duduk Perkasa atau duduk buang
dosa/energy negatip atau Duduk Ampunan, yang sering dilakukan oleh pegulat
Sumo. Duduk ini adalah dimaksudkan untuk membuang sampah Biolistrik/Energi Negatip, pada saat kita menekuk seluruh jari-jari kaki , hingga terasa pegal, panas dan keluar jarum-jarum pada saat berdiri.
Gerakan yang ketiga adalah Salamnya Orang Jepang yang merupakan variant teknik Rukuk, yang pada senam ergonomic kami Istilahkan "Gerakan Buka Pitu Kecerdasan".
Kenapa Bersila Berbahaya?
Memang bersila adalah duduk yang nyaman dibandingkan duduk simpuh dan duduk perkasa, namun disinilah letak permasalahannya mungkin karena kita tidak mengerti manfaat dari duduk simpuh dan duduk perkasa yang sebetulnya sangat luar biasa.
Kalau kita duduk simpuh diatas setengah jam, punggung telapak kaki kita
akan mulai mati rasa, kesemutan dan panas membara, bahkan kaki kita terasa hilang dan lipatan paha berkeringat. Apa yang kita dapatkan adalah konversi energy negatip, terbakarnya racun tubuh dan virus, keluarnya partikel sampah biolistrik, terbakarnya kolesterol, asam urat dan gula darah.
Kalau kita duduk perkasa, maka betis kita terasa pegal, panas, kesal yang
luar biasa, jari-jari kaki mati rasa, dan waktu kita berdiri akan keluar
jarum-jarum kecil yang banyak jumlahnya. Dan itu adalah digit-digit
elektrik sampah bio listrik yang jika tidak dikeluarkan menyebabkan cell
tubuh kita pada organ dalam menjadi bengkak, dan kalau di scan tampak
seperti tumor atau benjolan pada prostate, ginjal, otak, lambung, liver,
usus, dan jika dioperasi benjolannya tidak ada karena benjolan tersebut
sebetulnya adalah sampah bio listrik/energy negatip yang terakumulasi dan
berbentuk gas.
Sekarang kalau kita bersila, setelah memahami betapa luar biasanya manfaat kedua macam duduk selain bersila tersebut, apa pengaruhnya terhadap tubuh kita dalam jangka lama?!
Sampah biolistrik atau energy negatip harus selalu dikosongkan dari tubuh
kita. Sampah biolistrik yang yang sangat banyak ditubuh kita adalah dari
aktivitas pikiran, amarah, kedongkolan, rangsangan seksual yang tak
tersalurkan, perbuatan kemusyrikan, kemunafikan, kekufuran, makanan
berlebihan dan perbuatan Dosa lainnya. Dan sampah ini tidak bisa keluar
dengan sendirinya, tapi harus dengan Teknik Mendirikan Sholat, Bukan Ritual Sholat/Persembahyangan, yang diantaranya adalah Teknik Pijat dan Teknik Duduk pembakaran dan Duduk Ampunan/duduk perkasa. Dan didalam teknik Sholat Tidak Ada Bersila.
Kalau kita bersila berarti kita telalh melalaikan Teknik Yang menghasilkan
Manfaat, maka kita mengalami Opportunity Loss, dan suatu saat nanti akan
mendapat Celaka/Penyakit.
Kalau kita bersila maka energy negatip di tubuh kita akan menumpuk, racun
makanan dan virus tidak terbakar, yang akan mengakibatkan sensor pemanas tubuh, sensor keringat menjadi beku. Kita akan terkena asam urat,
kolesterol, gula darah tinggi, pengapuran di persendian, di lutut yang akan
mengakibatkan radang sendi, prostate bengkak, sakit maag, migren, vertigo, diabetes, keracunan obat dan gampang flu, pilek, asma, bronchitis, lemahsyahwat.
Energy negatip yang ada ditubuh kita akan memancarkan radiasi energy yang mengganggu lingkungan hidup. Neraca Universal akan berat ke sebelah Kiri
hingga menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan alam semesta/lingkungan
hidup kita.
Makanya kita banyak Doa, kok makin banyak bencana, karena Kita Berdoa
Sambil Bersila, apalagi duduk di Sofa.
Bahaya selanjutnya dari energy negatip ini adalah akan menyebabkan uraf
syaraf ditubuh kita meregang dan ini akan terbawa kepada turunan kita yangdapat menyebabkan kerusakan genetika/degenerasi sistem syaraf atau penyakit turunan.
Tugas kami hanyalah menyampaikan peringatan. Hidayah datangnya langsung dari Allah. Bagi yang menggunakan akal pikirannya tentu akan dengan mudah memahami dan mengaplikasikannya dalam kehidupan ini. Tidaklah dimusnahkan suatu kaum/bangsa melainkan telah datang kepada mereka peringatan sebelumnya.